A Place & Phone To Remember

Menceritakan tempat yang patut dikenang menurutku termasuk hal yang sulit, karena menurutku semua tempat yang pernah aku kunjungi memiliki cerita dan kenangan tersendiri. Tapi bila memang harus menceritakan sebuah tempat yang penuh kenangan dalam hidup, mungkin kenangan saat pertama kali mengunjungi Pantai Pangandaran adalah kenangan yang perlu aku ceritakan.

Kenangan pertama kali mengunjungi Pantai Pangandaran memang tidak menegangkan seperti saat aku mengunjungi Pulau Tidung beberapa tahun lalu. Kenangannya bahkan tidak penuh drama cinta ala remaja seperti saat aku pergi ke Pantai Sawarna. Namun untukku, pengalaman pertama mengunjungi Pantai Pangandaran adalah titik dimana aku mulai  mengenal keagungan Allah SWT.

d

Kenangan itu, Pantai Pangandaran 18 tahun lalu, usia ku bahkan belum mencapai 10 tahun. Sayangnya, masa itu belum ada Smartphone atau kamera untuk merekam serta mendokumentasikan semua yang ada. Namun kenangan itu masih tertoreh di setiap doa.

Jujur saat pertama kali melihat pantai aku merasakan perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.  Aku masih ingat aroma laut yang bercampur garam saat tertiup angin. Aku masih ingat suara deburan ombak yang menyapu bibir pantai.  Saat itu Pantai Pangandaran belum seramai sekarang, belum banyak bangunan hotel dan jongko-jongko pedagang yang berjajar di pinggir pantai.  Wisatawan pun relatif tidak terlalu menyesaki pantai meski saat itu adalah hari libur.a

Sore itu, langit Pangandaran yang cerah tiba-tiba berubah menjadi mendung dan menurunkan hujan. Aku yang sedang bermain bersama ibuku di pantai pun mencoba untuk kembali ke penginapan. Namun karena hari itu adalah pertama bagi kami berada di Pangandaran, kami pun tersesat. Hujan terus saja mengguyur makin deras, sesekali terdengar suara petir yang menyambar. Rasanya aku ingin menangis saja saat itu, kami tersesat dan tidak banyak orang yang bisa kami temui karena hujan makin deras.

Ditengah hujan yang makin deras, kami pun memutuskan untuk berteduh di sebuah mushala yang terletak di sekitar pantai. Di mushala itu ibu kemudian menenangkanku dan memintaku untuk tidak usah khawatir.  Aku pun ingat saat itu ibu kemudian mengajak ku untuk melaksanakan sholat ashar. Dan di Pangandaran lah, pertama kali aku melaksanakan sholat seumur hidupku.

Suara takbir ibu yang membimbingku sholat, terdengar merdu di tengah derasnya hujan dan petir. Ibu sengaja mengeraskan bacaan sholat agar aku bisa mengikuti. Jujur mendengar bacaan sholat ibu membuat hati ku tenang. Ketakutan dan kepanikan karena tersesat di tengah hujan deras pun sedikit demi sedikit sirna, berganti perasaan hangat dan ketenangan.

Usai sholat, ibu meminta ku untuk tidak menangis lagi. Ibu pun berpesan kepadaku agar saat ada masalah maka sholat dan minta lah kepada Allah SWT. Saat itu juga ibu berkata  untuk tidak pernah meninggalkan sholat. Ibu bilang sholat dan sabar adalah penyelesaian segala masalah yang kita punya, termasuk saat tersesat. Ibu berkata dunia ini adalah milik Allah SWT, dan tidak ada satu tempat pun di dunia ini yang tidak terlihat oleh Allah SWT.

Sejak saat itulah aku pun berjanji untuk tidak pernah meninggalkan sholat apa pun yang terjadi. Kenangan itu bahkan hingga kini masih terus terngiang, setidaknya lima hari sekali setiap melaksanakan sholat wajib.Graphic1.

Tidak lama usai sholat, hujan pun berangsur berhenti, aku dan ibu kemudian segera bergegas untuk mencari penginapan kami. Ternyata kami tersesat cukup jauh dari penginapan, namun satu yang patut aku syukuri adalah selama perjalanan mencari penginapan, aku bersama ibu melewati pantai Pangandaran yang indah.

Hampir satu jam kami berjalan, hingga akhirnya matahari pun semakin tenggelam di ufuk barat. Disanalah juga aku pertama kali melihat matahari tenggelam. Meskipun awan masih sedikit mendung, namun keindahan  matahari dibalik samudera yang luas itu membuat hati ku sangat senang.b

Ya, Pantai Pangandaran hingga kini menjadi tempat penuh kenangan yang bermakna tidak hanya bagi kehidupan dunia namun kehidupan akhiratku kelak. Bila diperbolehkan, aku ingin mengunjunginya lagi dengan ibu, menelusuri kenangan lama 18 tahun silam. Namun nantinya aku yang membimbing dan menjadi imam untuk ibu yang sholat.

Memang aku pun sedih karena tidak bisa menemukan bukti fisik dari kenangan itu, sehingga kalau aku berkesempatan mengunjungi Pangandaran bersama ibu lagi, aku wajib membawa smartphone agar semua kenangan  bisa didokumentasikan dengan baik.Graphic1.Aku pun membayangkan sebuah smartphone dengan kamera  canggih, yang mampu menyimpan setiap momentum kenangan dengan gambar yang nyata. Aku ingin smartphone dengan kamera yang mampu merekam setiap detik kebersamaan keluarga melalui hasil gambar sempurna, sehingga setiap detail dari tempat yang dikenang akan terlukiskan dengan indah. Kenangan itu bahkan harus bisa tersimpan hingga puluhan tahun mendatang.

Tentu saja, Smartphone tersebut harus pula memiliki media penyimpanan yang besar, karena kenangan yang akan tersimpan harus lebih dari satu foto dan video saja. Bahkan harus beberapa foto dan video, dengan pengambilan sudut pandang bergam dari tempat yang dikunjungi.

Setelah kamera bagus dengan penyimpanan yang lega, performa smartphone pun harus sangat handal dan mumpuni. Karena performa sangat mempengaruhi kecepatan membuka aplikasi terutama aplikasi kamera. Apalagi momen berharga kadang datang tidak terduga sehingga perlu smarthpone yang selalu siap dengan respon cepat.

Agar semakin melengkapi kesempurnaan smartphone itu,  smartphone tersebut haruslah memiliki desain dan warna yang unik. Sehingga smartphone tersebut memberikan kesan dan kenangan tersendiri.

Rasanya semua fitur smartphone itu bagaikan impian saja. Tapi sebenarnya smartphone impianku itu sudah ada pada smartphone  Huawei Nova 3i.huawei_nova3i_color_gradient

aa

Smartphone Huawei Nova 3i, memiliki kamera canggih. Tidak tanggung ada 4 lensa kamera canggih yang dilekatkan dengan spesifikasi kamera depan 24MP dan 2MP, juga kamera belakang 16MP dan 2MP. Lensa utama Huawei Nova 3i memiliki fungsi sebagai perekam detail. Sementara kamera sekundernya berfungsi memberikan efek kedalaman atau bokeh pada gambar.

Jika berkesempatan mengunjungi Pantai Pangandaran dengan membawa Huawei Nova 3i, pastinya mengabadikan momen terindah akan lebih mudah. Terbayang bagaimana indahnya pemandangan Pangandaran dengan ombak dan pasir putihnya ditangkap dengan warna realistis oleh lensa kamera  24MP dan 2MP. Belum lagi, Huawei Nova 3i memiliki teknologi Quad AI Camera yang mampu membuat hasil foto jadi lebih keren.

bb

Foto resolusi tinggi, rata-rata memiliki ukuran 5 MB. Dengan ukuran file yang besar, tentu diperlukan kapasitas penyimpanan yang besar pula. Namun tidak perlu khawatir karena Huawei Nova 3i memiliki memory mencapai 128 GB, sehingga lebih dari 25000 foto resolusi tinggi bisa disimpan dengan mudah. Ini juga berarti setiap detik dan setiap sudut keindahan Pangandaran bisa diabadikan tanpa takut kehabisan kapasitas penyimpanan. Sehingga tidak salah bila menyematkan Smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128GB bagi Huawei Nova 3i.

Untitled-1

cc

Performa tangguh  Huawei Nova 3i, bisa di buktian dengan prosesor ber-CPU octa-core 2,2 GHz dan Chipset Hisilicon Kirin 710. Tak hanya itu, penyematan GPU Turbo berfungsi untuk menyajikan tampilan grafis yang mumpuni.  Bahkan teknologi GPU Turbo pada Huawei Nova 3i  bisa mengakselerasi performa dengan mengoptimalkan hardware dan software pada  smartphone.

dd

Soal desain, Huawei Nova 3i memiliki beberapa pilihan warna yakni Black dan Iris Purple. Namun bila sedang mencari Smartphone unik, maka warna Iris Purple adalah warna yang akan ku pilih.  Huawei Nova 3i Iris Purple  punya paduan warna gradasi biru dan ungu dipunggunya. Ini bahkan mengingatkan ku akan keindahan matahari terbenam di Pangandaran.   Corak warna yang indah pun di lapisi kaca belakang dan bingkai metal yang elegan. Serta dengan layar 6,3 inch FHD+ resolusi 2340 x 1080 pixel, maka pengalaman visual  luar biasa akan ada digenggaman. dia

Dengan semua itu, jika berkesempatan mengunjungi Pangandaran dengan membawa Huawei Nova 3i, aku ingin sekali menelusuri jalan-jalan mana saja yang pernah aku lewati saat tersesat dulu. Tak hanya itu, aku juga ingin sekali berfoto dengan mushala yang pernah menjadi tempat yang memiliki nilai sejarah untuk ku. Tidak ketinggalan aku juga ingin sekali berfoto bersama ibu ku dengan latar matahari tenggelam di ujung samudra.

Perjalanan ke Pangandaran tidak hanya mengingat kenangan lama, bahkan menciptaan kenangan baru disana.  Serta, rasanya  bukan tidak mungkin, Huawei Nova 3i bisa menjadi smaphone yang patut untuk dikenang dimana pun dan kapan pun, terutama saat aku melangkah untuk menciptakan kenangan baru.

Tulisan ini diikut sertakan dalam giveaway di blog nurulnoe.com

Advertisements

2 thoughts on “A Place & Phone To Remember

  1. semoga saat kesana nanti sudah dengan memakai Smartphone Impian di tahun 2018 ini
    Biar sekalian mengingat memori di tahun-tahun sebelumnya di Pantai Panngandaran dengan mengabadikan momennya disana
    amiinn

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s