Jejak Semarak Festival Imlek & Cap Go Meh Singkawang 2019

Singkawang memang destinasi menarik bagi pelancong yang menyukai paduan  wisata alam dan kekentalan budaya. Kota bersahaja di penghujung barat pulau Kalimantan ini selalu memiliki kisah tersendiri terutama saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang kini telah berkembang menjadi sebuah festival besar yang selalu dihadiri ribuan peserta setiap tahunnya. Sehingga tidak salah bila pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pariwisata pun memiliki perhatian tersendiri bagi event ini dan memasukanya kedalam kalender wisata nasional sejak 2009 silam.

sumber121241
sumber @kemenpar

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang seakan menjadi penegasan kembali tentang keselarasan dan akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya masyarakat lokal. Karena tiap tahunya, perayaan ini sukses menyedot animo masyarakat dari berbagai golongan.

Tingginya animo masyarakat dalam menghadiri Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di singkawang pun kini sudah didukung dengan aksesibilitas yang relatif mudah dengan ketersediaan alat transportasi yang beragam. Sehingga melalui jalur darat dari Pontianak, hanya dibutuhkan waktu sekira 3-4 jam untuk bisa sampai ke Singkawang yang jaraknya hampir 150 Km.

Sepanjang perjalanan dari Pontianak ke Singkawang, para pelancong akan disuguhkan pemandangan dari perkebunan kelapa dan karet yang menghampar. Dalam perjalanan, jangan lupa untuk mampir ke daerah Sungai Pinyuh. Karena dikawasan ini terdapat berbagai toko oleh-oleh, rumah makan dan kedai kopi yang bisa dijadikan checkpoint untuk mengisi perbekalan perjalanan ke Singkawang. Dari sini, waktu tempuh Singkawang pun bisa diperkirakan hanya kurang dari 2 jam perjalanan.

Selain dengan kendaraan pribadi atau taksi, kini ada pilihan transportasi lain yang bisa digunakan yakni dengan bus Damri. Bus ini melayani rute pelayanan dari  Bandara Supadio, Pontianak hingga ke Singkawang. Tarifnya pun relatif terjangkau yakni hanya dibanderol Rp 100.000 per penumpang.

Memasuki Singkawang, nuansa pecinan akan semakin terasa. Karena pandangan mata akan disambut dengan bangunan tua khas Cina dan klenteng dengan warna yang cerah di pinggir jalan. Sehingga tidak heran kalau Singkawang pun kemudian dikenal dengan “kota seribu klenteng”.

Meski begitu, Singkawang tidak hanya ditempati oleh etnis Tionghoa saja namun juga ditempati oleh etnis Melayu dan Dayak. Semuanya saling berinteraksi dengan harmonis dalam menjalankan kehidupan di kota terbesar kedua se-provinsi Kalimantan Barat ini.

Hari-hari yang menenangkan dan damai di Singkawang pun akan berbalik 180 derajat ketika menjelang Perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Nuansa warna merah nan cerah dari berbagai atribut akan mudah ditangkap mata. Lampion pun mulai tampak terpasang dihampir seluruh jalan-jalan kota. Beberapa toko akan  tampak memajang dan menjual aneka pernak-pernik menyambut Imlek. Sementara warga masyarakatnya tampak semangat dengan memasak serta membersihkan dan menghias rumah.

sumber123y274
sumber @diskominfosingkawang

Tidak kalah dengan tahun-tahun sebelumnya, Perayaan Imlek 2570 dan Cap Go Meh tahun 2019 di Singkawang pun kembali dimeriahkan oleh Festival Imlek dan Cap Go Meh. Puncak kegiatan Festival Cap Go Meh Singkawang jatuh pada tanggal 19 Februari 2019. Sementara rangkaian kegiatanya dibuka pada 5 Februari 2019 dan ditutup pada 20 Februari 2019.

Semarak Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019  bahkan dibuktikan melalui  catatan Kementrian Pariwisata, yang menyebut  Festival Cap Go Meh Singkawang tahun ini dihadiri lebih dari 76.000 wisatawan baik dari wilayah domestik maupun internasional.

Daya tarik wisatawan pada  Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 tentu tidak hanya terletak pada puncak acara saja, namun juga pada rangkaian kegiatan lain yang dilangsungkan. Event tambahan yang digelar untuk mendukung acara puncak terdiri dari Expo bagi promosi produk dan jasa UMKM , Festival Kuliner Kota Singkawang, live musik hingga parade seni budaya.

Event tambahan ini sengaja disebar dibeberapa titik seperti Lapangan Kridasana dan Pusat Kota Singkawang, sehingga semarak Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 bisa dirasakan hingga ke penjuru kota.

Deretan momen tidak terlupakan pun berhasil  dirasakan oleh seluruh masyarakat yang hadir dalam Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019. Dan, berikut ini adalah rangkuman dari momen kesemarakan yang terjadi di Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 kemarin,

Memacu Adrenalin Bersama Atraksi Tatung

Salah satu daya tarik terbesar dalam Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 adalah adanya atraksi satu ini. Atraksi tatung adalah suatu tradisi serupa debus di Banten, dimana peserta aksi menusuk benda tajam ke bagian tubuh.

51036664_389482981832014_3690063502001450128_n
sumber @diskominfosingkawang

Dipercaya, para tatung  telah dirasuki roh halus  sehingga memiliki kekebalan terhadap benda tajam. Mulai dari pisau, paku, kawat besi, hingga tulang runcing ditusukan ke tubuh para tatung ini. Ajaibnya, tidak ada satu pun tatung yang tampak kesakitan dan terluka saat mempraktekan atraksi ini. Pada tahun ini, jumlah peserta tatung tidak tanggung. Hampir seribu lebih tatung yang turut meramaikan parade kali ini. Bahkan diberitakan ada tiga warga asing yang juga turut berpartisipasi menjadi tatung.

Atraksi dan parade tatung ini diselenggarakan pada Selasa (19/2) tepat di puncak acara Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019. Benar saja, ribuan peserta pun langsung memadati jalur rute parade tatung yang berawal di Jalan Diponegoro.

Mengenal Keberkahan Simbol Naga

Selain tatung, momen lain yang ditunggu adalah ritual buka mata naga. Ritual buka mata naga ini dilakukan di Kelenteng Tridharma Bumi Raya, Kota Singkawang pada Ahad (17/2).

52396660_2312763328969336_4070926360455127393_n
sumber @diskominfosingkawang

Jumlah replika naga bahkan ditambah menjadi 12 replika naga, dari perayaan tahun lalu yang hanya 9 replika naga. Tujuannya tidak lain adalah untuk membuat Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 semakin semarak.

Ukuran replika naga terpanjang yang terdaftar pada festival tahun ini panjangnya mampu mencapai  105 meter yang dimilik Yayasan Borneo. Ukuranya bahkan dua kalilipat dari ukuran replika naga biasanya yang hanya 50 meter saja. 12 replika naga yang sebelumnya dibuka mata, kemudian turut diarak mengelilingi kota Singkawang dalam parade pada Selasa (19/2) .

51276129_610410179404818_4290722623128861653_n
sumber @diskominfosingkawang

12 replika naga diarak keliling kota Singkawang untuk mengusir hal-hal negatif dan roh-roh jahat. Setelahnya, replika naga tersebut pun dibakar tepat pada penutupan  Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019. Pembakaran ini bermakna  agar roh dewa yang ada dalam replika naga kembali ke kahyangan. Proses pembakaran ini dilakukan di Vihara Buddhayana Roban usai diarak mengelilingi kota Singkawang.

Memandang Keindahan Pancaran Sinar Lampion

Imlek tentu tidak lengkap bila tidak menghadirkan hal satu ini, apa lagi kalau bukan pawai lampion. Uniknya,  pada Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019, pawai lampion menorehkan prestasi rekor MURI karena menghadirkan lebih dari 20 ribu buah lampion. Festival lampion yang semarak ini pun sukses membuat Kota Singkawang makin bersinar pada Ahad (17/2) malam. Selain itu, tercatat juga ada lebih dari 50 kendaraan yang dihiasi akeseoris lampion turut menyalakan malam Kota Singkawang yang begitu semarak.

52587390_812443539117227_7071199387489486008_n
sumber @diskominfosingkawang

Pawai lampion ini mengambil rute jalan  utama Kota Singkawang yang dimulai dari kantor Walikota Singkawang. Walhasil, ribuan masyarakat dan pelancong dari berbagai daerah berbaur memadati bahu-bahu jalan yang dilalui pawai.

Hal lain yang menjadikan  Festival Pawai Lampion sebagai salah satu momen pun terbaik tidak lepas dari kesiapan panitia yang membuat  pawai lampion lebih semarak. Ini terbukti dari adanya panggung utama dan tribun khusus untuk tamu VIP dan undangan sepanjang Jalan Diponegoro. Selain pawai lampion dan mobil hias, drum band serta fashion show pakai adat Dayak serta Tionghoa pun turut membuat suasana semarak.

Berburu Barang Berkah di Lelang Cap Go Meh

Momen menarik lain yang berhasil terekam dari Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 adalah acara Lelang Cap Go Meh. Acara yang diselenggarakan pada Selasa (19/2) ini pun mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat. Terlebih barang yang dilelang  dipercaya mampu memberikan kebahagiaan, kesehatan dan kesuksesan bagi pemiliknya.

Banyak jenis Barang yang dilelang dalam acara ini.  Mulai dari aneka macam perhiasan keramik, emas, hingga buah-buahan. Pelaksanaan lelang berlangsung semarak dan meriah. Tidak hanya masyarakat kota Singkawang, para wisatawan pun turut  berlomba – lomba untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

Tawar menawar harga berlangsung seru hingga akhirnya barang lelang tersebut dilepas dengan harga yang cukup fantastis. Bahkan, salah satu barang lelang utama dan menjadi incaran berupa buah jeruk bisa laku hingga puluhan juta rupiah.

Hadirnya Singa Raksasa Istimewa

Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 memang tak henti-hentinya menorehkan rekor MURI. Bahkan pemecahan rekor seakan menjadi salah satu hal wajib yang selalu ada mengiringi kesemarakan acara. Tahun ini, giliran pemecahan rekor MURI tentang replika singa raksasa terbesar, yang berukuran hampir 8,8 meter. Tidak hanya satu, patung singa  berwarna emas tersebut bahkan dibuat dua buah dan ditempatkan di Stadion Kridasana.

49858445_2304423089609307_4394295732204910992_n
sumber @diskominfosingkawang

Selain ukuranya, hal istimewa lain dari patung singa ini adalah sosok dibalik pembuatanya yakni melibatkan penyandang disabilitas yang juga merupakan seniman lokal asli Singkawang. Dua replika singa raksasa ini pun sukses menjadi ikon pada pelaksanaan  Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019.

sumber452342f
sumber @kemenpar

Sebenarnya masih banyak momen menarik terkait kesemarakan Festival Cap Go Meh Singkawang 2019 ini. Karena atraksi dari Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 memang  seakan tidak ada habisnya. Sehingga agenda acara ini memang wajib dimasukan kedalam daftar wajib kungjungan setiap tahunya.

Setelah sempat menyinggung faktor aksesibilitas dan atraksi dari Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019, tidak lengkap rasanya bila tidak membahas aspek penting lain dalam pariwisata yakni aspek amenitas. Aspek amenitas ini berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi wisata termasuk fasilitas penginapan dan kelengkapan sebuah destinasi wisata termasuk toilet umum, tempat parki hingga sarana publik lain.

Di Singkawang umumnya dan khususnya pada Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019, tentu saja aspek ketersediaan sarana akomodasi wisata Kota Singkawang menjadi hal yang juga sudah di persiapkan. Terlebih lagi Festival ini memang digarap serius dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, kepolisian, tokoh masyarakat, pemilik usaha hingga seluruh elemen terkecil di masyarakat.

Menurut data Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI), Kota Singkawang setidaknya memiliki lima hotel berbintang dan hampir 20 hotel melati dengan total kamar mencapai 1.000 ruangan. Jauh hari sebelum festival digelar, PHRI bahkan memberikan imbauan agar pemilik hotel di wilayah Kota Singkawang untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Imbawan lain terkait pentingnya peningkatan pelayanan bagi para pendatang pun tidak lupa kembali disosialisasikan.

Sementara soal arus lalulintas dan ketersediaan lahan parkir misalnya, tim Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Singkawang pun telah menyiapkan berbagai rekayasa dan lokasi khusus parkir seperti di Terminal Pasiran, kawasan Komplek Studio dan beberapa titik di taman parkir sekitar Stadiun Kridasana.

Jejak dari semaraknya Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 pun masih bisa tampak dari raut muka para pelangcong yang hadir dan menjadi bagian langsung dari acara tersebut. Lewat foto, video hingga tulisan jejak kesemarakan Festival Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang pun sukses diabadikan dan disebarkan keberbagai pelosok dunia.

Semoga saja, semaraknya Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 bisa menjadi saran mempromosikan wisata Kota Singkawang lainnya, karena masih banyak wisata budaya, sejarah, wisata alam hingga kuliner yang patut untuk juga dirasakan di kota seribu klenteng ini. Namun, tentu saja Festival Imlek dan Cap Go Meh Singkawang  setiap tahunnya harus dimasukan ke dalam daftar wisata wajib dikunjungi. Selamat bertemu di Festival Cap Go Meh Singkawang tahun berikutnya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog “Generasi Pesona Indonesia Kota Singkawang 2019” yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Kota Singkawang

thumbnail_lomba_blog_genpi_singkawang

referensi:
https://www.instagram.com/genpi.singkawang
https://www.instagram.com/diskominfosingkawang/
http://pontianak.tribunnews.com/2019/02/20/ribuan-masyarakat-hadir-di-penutupan-perayaan-imlek-dan-cap-go-meh-2019
https://kalbar.antaranews.com/berita/370430/phri-minta-pelaku-usaha-perhotel-jangan-aji-mumpung-saat-cap-go-meh
https://kumparan.com/@kumparantravel/sukses-festival-cap-go-meh-2019-di-singkawang-raup-70-ribu-wisatawan-1550659680146656121.amp
https://travel.tempo.co/read/1177362/jadi-pusat-festival-cap-go-meh-cek-saran-untuk-kota-singkawang/full&view=ok
https://www.genpinews.com/read/1511/2018/03/01/keseruan-persiapan-cap-go-meh-singkawang-2018
https://www.suaramerdeka.com/travel/baca/157115/lima-sub-event-dirilis-dalam-cap-go-meh-singkawang-2019

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s